Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

.

FBI Gunakan Jejaring Sosial Untuk Menangkap Teroris



Headline 

Biro Investigasi Federal Amerika Serikat FBI ternyata memanfaatkan jejaring sosial Facebook dan Twitter dalam pekerjaannya melacak keberadaan teroris.


Target FBI kali ini adalah seorang teroris yang bernama Ahmad Abousamra. Pria berusia 31 tahun ini disebutkan memiliki dua kewarganegaraan, AS dan Suriah. Oleh pemerintah AS, Abousamra dilabeli 'most wanted terrorist' dan bagi siapa pun yang dapat memberikan informasi tentang keberadaannya dijanjikan hadiah senilai US$50 ribu.

Dilansir oleh CNN, Agen FBI Richard DesLauriers mengatakan bahwa pihaknya menggunakan 'jasa' Facebook dan Twitter dalam upaya mempersempit ruang gerak para teroris, serta untuk mengumpulkan informasi tentang Ahmad Abousamra.

FBI juga berencana akan memasang iklan yang berisikan foto dan keterangan dari para tersangka teroris yang belum tertangkap. Menurut Agen DesLauriers, dengan cara demikian keberadaan atau informasi tentang Ahmad Abousamra akan cepat terlacak dan pada akhirnya mereka (para teroris) akan cepat tertangkap.

FBI juga memberikan info bahwa Abousamra sempat berada di luar negeri untuk memberikan pelatihan militer dan bermaksud menyerang tentara Amerika Serikat, salah satunya adalah Irak. Tersangka teroris yang dibesarkan di Bioston ini diduga bergabung pasukan militer setempat yang sedang berperang dengan AS.
"Kami yakin dengan memasang foto dan info tentang Ahmad Abousamra akan memberikan jalan bagi kami untuk mengetahui keberadaannya dan segera menangkapnya," pungkas Agen DesLauriers.

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar