Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

.

Laju Kerusakan Hutan Kaltim 90.000 ha Pertahun



Degradasi hutan di Kaltim rata-rata 90 ribu hektar per tahun, angka ini cukup memperihatinkan dan perlu upaya penanggulangan agar tidak terus bertambah,� kata Plt Gubernur Kaltim Yurnalis Ngayoh saat melakukan pencanangan aksi penanaman pohon serentak, yang dipusatkan di Areal Stadion Utama Palaran, di Samarinda, Rabu (28/11).

Berbagai penyebab degradasi hutan di daerah itu, antara lain eksploitasi hutan dan perambahan hutan yang tidak terkendali oleh oknum tidak bertanggung jawab, illegal logging hingga faktor alam berupa kebakaran hutan.

Akibat degradasi hutan yang begitu besar, kata Ngayoh tidak heran jika hingga kini luasan lahan kritis di daerah itu mencapai 6 juta ha dan membutuhkan perhatian semua pihak agar bisa dihijuakan kembali.

Melalui program penanaman pohon secara nasional ini diharapkan dapat menggugah kesadaran masyarakat, khususnya Kaltim yang juga akan mersakan imbas dari perubahan iklim global akibat menurunya kualitas alam.

Penanaman ini merupakan rangkaian untuk menyambut konferensi perubahan iklim yang akan di gelar di Bali pada 3-4 Desember. Kaltim telah menyiapkan bibit siap tanam 650.000 bibit yang tersebar di 13 kabupaten/kota.

Ngayoh mengatakan daratan Kaltim saat ini, sebagian besar masih berupa lahan-kosong tidak berpenghuni, hutan rimba raya yang sangat luas. Parahnya kerusakan hutan dan lahan saat ini telah terjadi pada hampir semua kawasan hutan di Kaltim dengan angka yang cukup fantastis, yakni lebih dari 6 juta hektar.

Sementara itu Manajer Kampanye Walhi Kaltim Ibrahim berpendapat menyelamatkan hutan dari kehancuran dengan gerakan penanaman pohon bukan sebuah pilihan yang tepat. Ia bahkan meragukan keberhasilan dan efektifitas program ini dalam mengatasi masalah kerusakan hutan dan lahan yang terjadi di daerah itu.

Data yang dihimpun Walhi menunjukan tiap tahun Indonesia kehilangan hutan sekitar 500.000 ha pertahun akibat penebangan destruktif, konversi hutan baik untuk perkebunan, pertambangan, HPH & HTI.

�Bagaimana mungkin sebuah Program Penanaman Pohon akan efektif kalau borok-borok pengelolaan hutan masih saja terus dibiarkan terjadi, bahkan disengaja untuk terus terjadi,� katanya.(hmsp4).

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Posting Komentar